12/11/2013

Membuka FIle Lotus 123

by A Rahman

Aku ini orang jadul, kerja udah dari jaman dulu.  Yah walaupun sampai sekarang belum jadi direktur seperti teman-teman seangkatanku, tapi aku bersyukur Alhamdulillah bisa menjalani hidup dengan baik.  Nah karena generasi jadul, maka banyak file-fileku yang masih berbentuk Lotus 123 yang extension filenya .wk1,  .wk3 atau .wk4.  Malangnya software jaman sekarang seperti Microsoft Excel 2007 ke atas sudah tidak bisa mmebuka file excel, karena software tersebut sudah memakai format xml.  Trus gimana dong, masak sih file-file lama tersebut nggak ada gunanya, padahal isinya kan bisa sebagai referensi?

Browing sana browsing sini, ternyata ada program yang namanya “Lotus Key Viewer”.  Program ini bisa membuka file yang berekstensi wk1 maupun wk4.

captured_ 2013-11-12 12.02

Kalau mau download disini nih alamatnya.

Contoh tampilan programnya saat membaca file-ku yang lama seperti ini :

captured_ 2013-11-12 13.04

Moga-moga berguna ya?

05/11/2013

Template Powerpoint

by A Rahman

Mulai bulan ini di kantor setiap bulan diadakan meeting bulanan, selain meeting mingguan setiap hari Senin (i like monday !).  Nah aku nih yang menangani beberapa departemen harus memberikan presentasi tentang kemajuan di bidang kerjaku, inisiatif yang dilakukan serta masalah-masalah apa yang terjadi.  Bayangkan saja aku menangani Accounting, Finance, Treasury, Reporting, Credit Administration serta IT, tentu banyak ide bisa disampaikan.

Dalam pada itu (kayak gaya pak Harto aja nih ngomongnya), tentu aku jangan monoton dalam memberikan presentasi, baik materi maupun penyajiannya.  Makanya aku cari-cari template powerpoint yang free dari internet.

Hasilnya diantaranya 2 link di bawah ini dimana kita bisa download templatenya secara gratis, aku catat biar nggak lupa :

1. fppt.com (free powerpoint template)

2. Presentation Magazine

Link yang kedua ini malah bagus lho karena isinya  bukan hanya template powerpoint yang bisa diunduh (download) saja, tetapi juga ada background image dan tips-tips atau artikel sehubungan dengan presentasi.

Oke deh aku capcus dulu ya….

14/07/2013

Install Zeos 7 Component on Delphi XE2

by A Rahman

Currently at the date when this post is first published the stable component of Zeos is reach on version 7.0.3.  You can download this component here.  This component can used for Delphi version XE3.

On this post i don’t want to explain you how to install this component on Delphi XE2, the version of Delphi I use, because this already available on some blog and they are explain very well.

I just want to share that blog.  You can find them here, here and here (the latest is in Indonesian Language).

Okay, hope this post useful to you.

Regards,

13/07/2013

Aku Masih Sangat Hafal Nyanyian itu

by A Rahman

Aku Masih Sangat Hafal Nyanyian Itu

Oleh: KH. A. Mustofa Bisri

Aku masih sangat hafal nyanyian itu
Nyanyian kesayangan dan hafalan kita bersama
Sejak kita di sekolah rakyat
Kita berebut lebih dulu menyanyikannya
Ketika anak-anak disuruh
Menyanyi di depan klas satu-persatu
Aku masih ingat betapa kita gembira
Saat guru kita mengajak menyanyikan lagu itu
bersama-sama

Sudah lama sekali
Pergaulan sudah tidak seakrab dulu
Masing-masing sudah terseret kepentingannya sendiri
Atau tersihir pesona dunia
Dan kau kini entah dimana
Tapi aku masih sangat hafal nyanyian itu, sayang
Hari ini ingin sekali aku menyanyikannya kembali
Bersamamu

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Selalu dipuja-puja bangsa
Disana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata

Aku merindukan rasa haru dan iba
Di tengah kobaran kebencian dan dendam
Serta maraknya rasa tega
Hingga kini ada saja yang mengubah lirik lagu
Kesayangan kita itu
Dan menyanyikannya dengan nada sendu

Indonesia tanah air kita
Bahagia menjadi nestapa
Indonesia kini tiba-tiba
Selalu dihina-hina bangsa
Disana banyak orang lupa
Dibuai kepentingan dunia
Tempat bertarung merebut kuasa
Sampai entah kapan akhirnya

Sayang, dimanakah kini kau
Mungkinkah kita bisa menyanyi bersama lagi
Lagu kesayangan kita itu
Dengan akrab seperti dulu

Rembang, 2000

Tags:
11/06/2013

Icon Button untuk Aplikasi Kita

by A Rahman

Seorang anggota KPPDI (Komunitas Penggemar Pemrogram Delphi Indonesia) bertanya pada group Facebook KPPDI disini sbb :

“Numpang Nanya mas bro, Untuk Icons” button kalian bikin sendiri atau download ?, coz, saya bikin sendiri hasilnya gak pas..”

Nah disini saya abadikan beberapa jawaban anggota komunitas yang lain dimana alamatnya mencari icon tersebut :

1. http://www.iconspedia.com/

2. http://dryicons.com/

3. http://findicons.com/

4. http://www.iconarchive.com/tag/find

Ok semoga berguna

 

 

06/06/2013

Antek Amerika

by A Rahman

oleh Yahya C. Staquf

Mengapa Gus Mus pergi ke Eropa dan Amerika? Apakah ia datang ke tempat-tempat jauh itu untuk mengemis-ngemis kemuliaan dari orang-orang Eropa dan Amerika? Apakah Gus Mus merasa kurang mulia berada diantara santri-santrinya di kampung Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang? Apakah orang-orang Eropa dan Amerika itu begitu mulia di mata Gus Mus sehingga perlu disowani dan dialap berkahnya? Apakah Gus Mus itu gila hormat atau gila popularitas atau gila uang atau gila beneran?

Gus Mus datang ke Brussel, Kerajaan Belgia, atas undangan dari H. E. Werner Langen (asal Jerman), Ketua Delegasi Parlemen Eropa untuk Hubungan-hubungan dengan Negara-negara Asia Tenggara dan ASEAN, dan H. E. Arif Havas Oegroseno, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia dan Uni Eropa. Undangan ke Amerika datang dari Walter Lohman, Direktur Pusat Studi Asia di The Heritage Foundation, sebuah think-tank untuk kebijakan-kebijakan dalam dan luar negeri Amerika Serikat. Apakah Gus Mus memohon-mohon untuk bertemu mereka? Silahkan menduga-duga sendiri, apabila tidak ada jaminan bahwa omongan Gus Mus bisa dipercaya.

Dalam diskusi dengan anggota-anggota Parlemen Eropa di Brussel terungkap bahwa pemerintah negara-negara Eropa dan masyarakat (pribumi) Eropa pada umumnya dewasa ini sedang dilanda kegelisahan menyangkut masalah-masalah yang muncul di seputar keberadaan para imigran muslim dari Afrika Utara, Timur Tengah, Asia Tengah dan Pakistan, yang cenderung meningkat pesat jumlahnya. Di satu sisi, membanjirnya imigran itu melahirkan masalah-masalah ekonomi dan kriminalitas, ditambah kecenderungan makin menguatnya di kalangan kaum imigran itu “ideologi Islam” yang bersikap “subversif” terhadap sistem sosial-politik dan keseluruhan eksistensi masyarakat Eropa. Di pihak lain, masyarakat Eropa pribumi pun cenderung makin meningkat kecurigaannya terhadap Islam sehingga menguat pula sikap Islamo-phobia (membenci Islam secara apriori) di kalangan mereka.

Diskusi di The Heritage Foundation menampilkan narasi yang nyaris serupa, kecuali data bahwa peningkatan populasi muslim di Amerika lebih banyak karena pindah agama (konversi) ketimbang imigrasi. Toh dirasakan pula bahwa di kalangan kaum muslimin Amerika semakin berkembang pula paham keagamaan Wahabi-Salafi –secara eksplisit disebut oleh para pembicara Amerika dalam diskusi tersebut—yang mereka tengarai bersikap ekslusif terhadap masyarakat Amerika umumnya dan subversif terhadap sistem sosial-politik Amerika. Beberapa tahun yang lalu, FBI (Federal Bureau of Investigation), dalam salah satu operasi penggeledahan, menemukan dokumen milik seorang tokoh Wahabi-Salafi dan pemimpin jaringan Al Ikhwanul Muslimun Amerika yang berisi cetak biru strategi kelompok mereka dalam “jihad peradaban” untuk menghancurkan Amerika dari dalam. Isu-isu seputar hal ini dengan sendirinya menambah bumbu yang menyengat atas krisis hubungan Amerika dengan dunia Islam sejak War on Terror. Islamo-phobia di tengah masyarakat non-muslim Amerika pun tumbuh kian subur pula.

Mengapa Gus Mus?

Para pengundang itu tertarik kepada buku “Ilusi Negara Islam” (dapat didonlod disini) yang baru-baru ini diterjemahkan kedalam bahasa Inggris (dengan judul: “The Illusion of an Islamic State”) karena buku itu menggambarkan pengalaman Indonesia menghadapi berkembangnya ideologi Wahabi-Salafi dan ideologi-ideologi Islam radikal lainnya. Mereka beranggapan, buku itu dapat mengispirasi para pembuat kebijakan dan masyarakat umum di Eropa dan Amerika dalam menyikapi perkembangan Islam di wilayah masing-masing.

Gus Mus diundang karena dia adalah penulis epilog untuk buku itu, dengan tulisannya yang berjudul: “Jangan Berhenti Belajar”. Lebih dari itu, Gus Mus juga dipandang sebagai “the next in the row” (orang berikutnya) setelah Gus Dur (Kiyai Haji Abdurrahman Wahid) yang telah diterima dan diyakini oleh masyarakat global sebagai personifikasi faham keislaman yang moderat, toleran dan pro-human(berpihak pada kemaslahatan umat manusia secara keseluruhan).

Orang-orang itu mengundang Gus Mus tanpa mengatakan apa yang mereka harapkan dari Gus Mus atau penjelasan apa yang ingin mereka dapatkan dari Gus Mus. Maka dalam orasi-orasinya pada forum-forum yang diselenggarakan oleh para pengundang itu, Gus Mus pun –seperti yang biasa ia lakukan dalam ceramah-ceramah pengajian kampung– sekedar menyampaikan gagasan-gagasannya sendiri tanpa memperdulikan kemungkinan persepsi atau tanggapan apa pun dari para pendengarnya.

Pokok-pokok gagasan itu adalah sebagai berikut:

  1. Islam bagi Gus Mus adalah rahmatan lil ‘alamin –dengan pengertian yang telah sering kita dengar atau baca sendiri dari beliau;
  2. Kelompok-kelompok muslim tertentu menjadi radikal dan bersikap bermusuhan terhadap siapa pun diluar kelompok mereka karena berkiblat pada gagasan-gagasan Islam yang dipropagandakan oleh gerakan Wahabi-Salafi yang berpusat di Saudi Arabia;
  3. Mereka yang curiga dan fobi terhadap Islam hanya melihat atau mengambil referensi dari propaganda Wahabi-Salafi dan secara hantam kromo menganggap Islam identik dengan apa yang dipropagandakan oleh Wahabi-Salafi itu;
  4. Kedua belah pihak (yang disebut dalam poin (2) dan (3) diatas) saling memperuncing kesalahpahaman dan kebencian satu terhadap yang lain dengan sikap-sikap dan tindakan-tindakan yang salah serta aniaya dari masing-masing terhadap yang lain –Gus Mus menyebut pembelaan Barat yang membabibuta kepada Israel dalam penjajahan Palestina dan kekerasan membabibuta kelompok radikal sebagai contoh-contohnya—karena aniaya satu pihak merupakan dalil tambahan untuk membenarkan kebencian pihak lainnya;
  5. Kedua-duanya sama-sama keblinger karena mengabaikan “Islam jenis lain”, yaitu seperti yang dipahami oleh Gus Mus sendiri;
  6. Pemahaman Islam Gus Mus, yaitu sebagai rahmatan lil ‘alamin, oleh Gus Mus sendiri diyakini sebagai paham yang dianut oleh mayoritas umat Islam di seluruh dunia, dan berkaitan dengan itu, Gus Mus mempersilahkan untuk mengecek kepada tokoh-tokoh besar dunia Islam dewasa ini, seperti Grand Sheikh Al Azhar, Kairo, Syaikh Muhammad Thonthowi, Grand Mufti Syria, Syaikh Badruddin Hasun, Rais ‘Aam Nahdlatul Ulama, Syaikh Ahmad Muhammad Sahal bin Mahfudh, dan lain-lain.

(File mp3 rekaman diskusi berikut orasi Gus Mus di The Heritage Foundation dapat didonlod disini)

Kehadiran Gus Mus di Eropa dan Amerika memancing ketertarikan berbagai pihak. Tidak kurang dari tim penasehat keamanan Presiden Obama yang terkait dengan Islam mengundang Gus Mus ke Gedung Putih untuk didengar pandangan-pandangannya. Demikian pula Center for Security Policy, sebuahthink-tank kebijakan keamanan Amerika yang dipimpin oleh Frank J. Gaffney Jr., mantan asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat bidang kebijakan keamanan internasional.

Di kantor Center for Security Policy, tidak jauh dari Capitol Building (Gedung Parlemen Amerika), Gus Mus dirubung sekumpulan orang sangar yang sebagain besar Islamo-phobs (pembenci Islam). Mereka menghujani Gus Mus dengan pertanyaan-pertanyaan dan gugatan-gugatan nyelekit tentang Islam. Tapi mereka segera dibikin terlongong-longong oleh jawaban-jawaban santai Gus Mus yang berisi penjelasan-penjelasan yang belum pernah mereka dengar dari referensi Wahabi-Salafi, yang selama ini menguasai persepsi mereka tentang Islam. Mereka bingung: kalau Islam itu seperti yang dijelaskan oleh Gus Mus, mereka mau membenci apanya? Berbagai kajian dan proposal strategi yang bertahun-tahun mereka susun untuk mengganyang Islam secara global jadi buyar tidak karuan, karena asumsi-asumsinya tentang Islam runtuh.

Lebih bengong lagi mereka mendengar keluhan Gus Mus,

“Salah satu sahabat terdekat Amerika adalah Arab Saudi. Tapi kaum simpatisan Arab Saudi di Indonesia melaknat Amerika setiap hari. Sedangkan kami, hanya karena kami memegangi sikap moderat dan toleran dalam ber-Islam, oleh mereka dituduh antek Amerika. Padahal Amerika sama sekali tidak mengenal kami!

sumber : http://teronggosong.com/2011/05/antek-amerika/

18/04/2013

Instant SQL Formatter

by A Rahman

Image

Awalnya aku pusing baca SQL Code program database Ms Access dari orang.  SQL Code nya panjang-panjang banget jadi susah dibaca.  Akhirnya setelah googling nemu yang nama Instant SQL Formatter disini yang berupa situs web yang mampu memformat SQl Code mudah dibaca.

Langsung contoh aja deh.  Misalnya ada SQL code Ms Access seperti ini :

//————————————–

SELECT PaymntSch_Accounting.ContractNo1, PaymntSch_Accounting.ContractNo2, PaymntSch_Accounting.ScheCd, PaymntSch_Accounting.EquipmentNo, PaymntSch_Accounting.PaymntNo, PaymntSch_Accounting.AccountingDate, PaymntSch_Accounting.MonthlyInterest, PaymntSch_Accounting.TAXInterest, PaymntSch_Accounting.TAX, PaymntSch_Accounting.VAT, PaymntSch_Accounting.Spread, PaymntSch_Accounting.Cost, PaymntSch_Accounting.Margin, PaymntSch_Accounting.AccountingBalance, PaymntSch_Accounting.AverageBalance, PaymntSch_Accounting.AllocationStatus, AllocatedStatus_M.AllocatedStatusName
FROM PaymntSch_Accounting INNER JOIN AllocatedStatus_M ON PaymntSch_Accounting.AllocationStatus = AllocatedStatus_M.AllocatedStatusCd
ORDER BY PaymntSch_Accounting.ContractNo1, PaymntSch_Accounting.ContractNo2, PaymntSch_Accounting.EquipmentNo, PaymntSch_Accounting.PaymntNo;

//—————————————-

Aku pilih jenis databasenya (pilihannya ada di sebelah kiri atas) : MS Access
Trus outputnya SQL(Text), maka setelah diformat sama program tadi (klik tombol “Format SQL”) hasilnya menjadi :

SELECT paymntsch_accounting.contractno1,
       paymntsch_accounting.contractno2,
       paymntsch_accounting.schecd,
       paymntsch_accounting.equipmentno,
       paymntsch_accounting.paymntno,
       paymntsch_accounting.accountingdate,
       paymntsch_accounting.monthlyinterest,
       paymntsch_accounting.taxinterest,
       paymntsch_accounting.tax,
       paymntsch_accounting.vat,
       paymntsch_accounting.spread,
       paymntsch_accounting.cost,
       paymntsch_accounting.margin,
       paymntsch_accounting.accountingbalance,
       paymntsch_accounting.averagebalance,
       paymntsch_accounting.allocationstatus,
       allocatedstatus_m.allocatedstatusname
FROM   paymntsch_accounting
       INNER JOIN allocatedstatus_m
               ON paymntsch_accounting.allocationstatus =
                  allocatedstatus_m.allocatedstatuscd
ORDER  BY paymntsch_accounting.contractno1,
          paymntsch_accounting.contractno2,
          paymntsch_accounting.equipmentno,
          paymntsch_accounting.paymntno; 

Asyik kan?

Dan jika aku pilih outputnya Delphi, maka menjadi seperti ini :

var1 := ''
+'SELECT paymntsch_accounting.contractno1, '
+'       paymntsch_accounting.contractno2, '
+'       paymntsch_accounting.schecd, '
+'       paymntsch_accounting.equipmentno, '
+'       paymntsch_accounting.paymntno, '
+'       paymntsch_accounting.accountingdate, '
+'       paymntsch_accounting.monthlyinterest, '
+'       paymntsch_accounting.taxinterest, '
+'       paymntsch_accounting.tax, '
+'       paymntsch_accounting.vat, '
+'       paymntsch_accounting.spread, '
+'       paymntsch_accounting.cost, '
+'       paymntsch_accounting.margin, '
+'       paymntsch_accounting.accountingbalance, '
+'       paymntsch_accounting.averagebalance, '
+'       paymntsch_accounting.allocationstatus, '
+'       allocatedstatus_m.allocatedstatusname '
+'FROM   paymntsch_accounting '
+'       INNER JOIN allocatedstatus_m '
+'               ON paymntsch_accounting.allocationstatus = '
+'                  allocatedstatus_m.allocatedstatuscd '
+'ORDER  BY paymntsch_accounting.contractno1, '
+'          paymntsch_accounting.contractno2, '
+'          paymntsch_accounting.equipmentno, '
+'          paymntsch_accounting.paymntno';

OK semoga berguna !

02/04/2013

Awalnya, Syekh Buthi Membuat “Gerah” Salafi-Wahabi

by A Rahman

Image

Oleh : KH HASYIM MUZADI*

Syekh Said Ramadhan Al-Buthi adalah tokoh utama kelas dunia dari kalangan Sunni atau Ahlussunnah wal Jama’ah. Beliau tidak hanya dikenal sebagai seorang sufi, namun juga ahli syariat sekaligus ahli hakikat, dan argumentator Sunni terhadap serangan-serangan non-Sunni. Ini diakui baik di Suriah maupun di dunia Muslim lainnya.

Salah satu dari kehebatan Syekh Buthi adalah kemampuannya berargumentasi terhadap serangan-serangan kelompok takfiriyah yang suka mengkafirkan kelompok Asy’ari (Sunni), juga suka mengkafirkan amalan-amalan fadhilah dan lain sebagainya. Syekh Buthi ini paling gigih dan paling jitu untuk melawan mereka.

Ada dua karya Syekh Buthi yang membuat “gerah” kelompok Wahabi dan Salafi yang ada di Suriah dan di dunia muslim pada umumnya. Pertama bukunya yang berjudul al-La Mazhabiyyah: Akhtoru Bid’atin Tuhaddidus Syariah Islamiyyah, yang artinya bahwa pemikiran non madzhab adalah bid’ah baru yang dapat merusak pemikiran syari’ah. Ringkasnya, buku itu menjelaskan bahwa orang memahami Islam itu harus dengan pola berfikir. Nah pola berfikir itu dengan metodologi ijtihad yang tidak bisa hanya diserahkan orang-perorang yang tidak memenuhi syarat untuk itu. Menurut Syekh Buthi, bagi mereka yang melakukan itu samalah artinya dia merusak Islam karena dia akan memelencengkan makna yang sesungguhnya dari Islam itu sendiri. Buku ini sangat terkenal dan jitu sekali untuk melawan Wahabiyah dan kelompok takfiriyah tadi.

Kedua, buku Syekh Buthi yang berisi uraian tentang Salafi yakni As-Salafiyyah. Bahwa menurutnya, Salafi ini bukan madzab tapi suasana keagamaan pada zaman as-salafus salih. Jadi Salafi bukan merupakan pola pemikiran tapi fakta kehidupan darus salam itu yang damai.

Dua buku itu betul-betul membikin kelompok Wahabi dan Salafi kelabakan, sehingga sudah lama sebenarnya ada pertentangan sektarian antara Wahabi-Salafi dengan Syekh Buthi.

Penasihat Presiden

Bersamaan dengan itu Syekh Buthi menjadi penasihat Presiden. Dalam keadaan normal ia memberikan nasihat di bidang agama. Namun karena adanya konflik yang membelah pemerintah dan masyarakat pemberontak, dalam hal ini juga dikompori oleh luar negeri, maka terjadi kolaborasi antara faktor agama dan konflik politik.

Sementara itu di pemerintahan sendiri banyak unsur Syiah Alawiyahnya yang tidak disukai oleh jamaah-jamaah takfiriyah yang dimotori oleh Slafi-Wahabi, meskipun Syekh Buthi sendiri bukan orang Syiah. Syekh Buthi sendiri sebenarnya berada di pemerintahan dengan maksud ingin mencari keseimbangan antara Sunni dengan Syiah Alawiyah itu.

Konflik Suriah memang terus berlanjut. Faktor yang lebih dominan sebenarnya adalah politik. Pertama sebenarnya karena Israel itu ingin menghancurkan Suriah karena dia negara yang paling depan berhadapan dengan mereka. Di sana dihuni kekuatan-kekuatan militan yang melawan Israel. Seperti kekuatan Syiah yang dikendalikan oleh Iran, lalu kekuatan Hamas yang dikendalikan oleh Khalid Massal dan beberapa kekuatan Syiah sebagai bagian dari Hezbollah yang dipimpin oleh Hasan Nasrollah. Tiga kekuatan ini yang membuat Suriah menjadi musuh utama Israel ditambah bahwa pemerintahan Basyar sendiri cenderung ke Syiah Alawiyah.

Karena faktor politik ini, tentu sebagaimana juga penyerangan terhadap negara Islam yang lain pasti Amerika ikut campur. Dan dapat diduga bahwa dia pasti membantu pemberontak, pertama karena tidak suka dengan pemerintahan, kedua Salafi-Wahabi itu selalu pro Saudi-Amerika, termasuk di dalamnya jamaah takfiriyah.

Sementara negara-negara yang ‘sudah direformasi” seperti Mesir, Libya dan sebagainya yang diam-diam berpihak kepada Amerika, dan di sini mereka berpihak pada pemberontak. Nah karena itu maka Iran menyeret Cina dan Rusia untuk masuk dalam pertempuran ini karena faktor perlawanan terhadap Amerika, sebenarnya bukan karena faktor agama, namun untuk menjaga keseimbangan Barat dan Timur.

Maka terjadilah carut marut politik di Suriah, dan Syekh Buthi berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Karena beliau sebagai orang Sunni, sebagai penasihat pemerintah itu pun dia harus berhadapan dengan Syiah Alawi, sementara yang takfiri ini menganggap bahwa Syekh Buthi berpihak pada kedzaliman.

Karena Syekh Buthi itu dianggap sangat besar kekuatannya terutama dalam Islam maka kemudian beliau diserang dengan cara seperti itu. Syekh buthi meninggal dalam aksi serangan bunuh diri. Saya kira penyerangan ini tidak jauh dari kelompok takfiriyah, atau gerakan-gerakan politik yang anti pemerintah.

Propaganda Negatif

Setelah Syekh Buthi meninggal dengan cara seperti itu, kelihatannya pihak barat dan dari pihak Salafi-Wahabi ini mengkhawatirkan dukungan ulama dunia, atau simpati umat dunia terhadap beliau. Maka direkayasalah terhadap beberapa ulama untuk menjelekkan Syekh Buthi, seperti Syekh Qaradhawi. Ada statemen beliau yang cenderung memojokkan. Nah itu sebetulnya adalah bagian dari gerakan politik untuk meredam dukungan dan simpati kepada Syekh Buthi.

Kita mendengar orang yang menjelekkan Syekh baik di media cetak maupun elektronik internasional. Padahal di dalam orang Islam orang yang meninggal itu tidak usah dijelekkan. Ada haditsnya yang nenyebutkan, ‘Udzkuru ma hasina mautakum’. Nah tapi untuk kepentingan supaya tidak ada reaksi maka Syekh Buthi dijelekkan. Jadi kita tidak perlu memperbesar kontroversi ini karena termasuk bagian dari konspirasi orang lain.

Menurut ahlissunnah wal jamaah, orang yang shalih tetaplah shalih. Bahwa pilihan politik berakibat sesuatu itu kita tidak masuk dalam penilaian pribadi dan agamanya seperti dulu pada waktu zaman pertentangan Sayydina Ali dan Sayyidina Utsman. Orang Sunni mengatakan, ‘Apa yang terjadi di dalam sahabat itu kita diam”, karena itu bukan dari faktor agama tetapi faktor lain. Sehingga dari kelompok Sunni di dunia lebih senang kalau dia tidak menghujat Syekh Buthi dan ini lebih kepada masalah politik bukan masalah sektarianisme agama sekalipun masalah sektarianisme agama ini menjadi sumbu disebabkan karena permainan global untuk memainkan antara sektor itu.

Hubungan dengan NU

Sewaktu ke Suriah, saya sempat bertemu dengan Syekh Buthi bersama beberapa kiai, antara lain KH Idris Marzuki, KH Masruri Mughni (alm.), dan KH Nur Muhammad Iskandar. Beliau sudah memberikan ijazah langsung untuk menyebarkan semua karyanya.

Salah satu karyanya yang paling terkait dengan NU adalah Syarah Al-Hiham, karena Al-Hikam sendiri adalah kitab tasawuf andalan yang dikaji di pesantren. Menurut saya, kelebihan kitab yang ditulis Syekh Buthi dibanding syarah hikam lainnya, pertama karena beliau memulai Hikam itu dari syariatnya kemudian masuk hakikat. Jarang ada syarah Hikam seperti itu. Biasanya hakikatnya itu saja yang disyarahi. Jadi dari syariat beliau mengungkapkan dalil-dalilnya, baru baru masuk ke hakikat.

Yang kedua Syekh Buthi ini memperlengkapi Hikam ini dengan dalil-dalil yang muktabar baik Al-Qur’an maupun hadits nabi, karena hikam sendiri didalamnya tidak ada dalil hanya menyinggung sedikit tentang ayat, tapi belum proporsional pada setiap qoul ada dalilnya.

Di NU memang Sykeh Buthi ini kalah populer dibanding dengan misalnya Syekh Wahbah Zuhaili dan Qaradhawi. Itu karena masalah silaturrahim saja, karena beliau sudah sepuh. Syekh Wahbah masih sering datang ke Indonesia, sementara Syekh Buthi hanya diwakilkan kepada putranya, Dr Taufik.

Kedua, kitab-kitab Syekh Buthi bukan kategori fikih praktis, meskipun banyak sekali yang terkait dengan fikih dan ushul fikih, tapi beliau lebih dikenal dengan ulama sufi dan argumentator Sunni. Namun mestinya para ulama itu tidak bisa secara simpel dipetakan sebagai ahli fikih atau tasawuf. Seperti imam Syafi’i adalah ahli fikih padahal beliau sangat sufi. Imam Hanafi adalah ahli ra’yi tapi beliau juga sangat sufi. Jadi kita lebih sering melihat pada disiplin ilmu apa yang menonjol. Namun, “apa yang ada di gudang itu kan tidak semua terlihat di etalase.”

Salah satu pemikiran Sykeh Buthi yang menurut saya perlu dikembangakan adalah komprehensi antar disiplin-disiplin pecahan ilmu agama, misalnya konprehensi antara fikih dengan tafsir, tasawuf dengan ilmu kalam. Ini dilakukan supaya integral. Saya bisa mengatakan bahwa syekh buti ini bisa disebut Imam Ghazali kedua baik di dalam mengutarakan argumentasi maupun mengutuhkan kembali ilmu-ilmu Islam itu yang selama ini pecah: fikih jauh dari tarekat, tarekat jauh dari ilmu kalam, teknologi jauh dari tauhid, dan seterusnya. Ini tidak benar.

Nah pecahan pecahan ilmu agama itu disatukan lagi oleh Syekh Buthi dalam ceramah-ceramah dan pengajian. Keistemewaan lain Syekh Buthi adalah ceramahnya yang sistematik dan terukur, serta bisa langsung ditranskrip dan dicetak tanpa editing. Maka karya-karya beliau tercatat cukup banyak dan sebagian besar sudah sampai ke berbagai pesantren di Indonesia.

* Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Rais Syuriyah PBNU)

Sumber :
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=501070216624094&set=a.128247643906355.21151.120416661356120&type=1

30/12/2012

Sholatum Bissalamil Mubin

by A Rahman

versi lain dari yang muda :

Lirik :

صَلاَةُ بِالسِّلَامِ الْمُبِين

لِنُقْطَةِ التَّعْيِينِ يَاغَرَامِي

نَبِيٌّ كاَنَ اصْلَ التَّكْويْنِ

مِنْ عَهْدِ كُنْ فَيَكُوْنُ يَاغَرَامِ

اَيَا مَنْ جَاءَ نَاحَقً نَذِير

مٌغِيشَا مُسْبِلًا سُبٌلًا الرَّشَاد

اَيَا خَيْرً الْمَلاَ وَالا ولي

قَدْرًا عَظَّمَ الله

اَيَا خَيْرً الْمَلاَ وَالا ولي

قَدْرَا شَرَّفَ الله

رَسٌولُ الله يَا ضَوِي الْجَبِيْن

وَيَا مَنْ جَاءَ بِ الْحَقِّ الْمُبِين

صَلَا ةٌ مَنْ تَزَل تَتْلَا عَلَيْكَ

كَمِعْطَارِالنَّسِيمِ تُهْدَا اِلَيْكَ

 

 

22/12/2012

Menulis Arab (Membuat Tulisan Arab)

by A Rahman

Kita sering melihat status teman-teman kita dalam bentuk tulisan arab, misalnya Alhamdulillah (١لحمدلله), Insya Allah (انش١لله) dan sebagainya.
Bagaimana cara menulisnya? Setelah baca disini dan disini, maka disini saya tunjukkan 2 (dua) cara untuk bisa melakukannya.

Pertama : Menggunakan Arabic Virtual Keyboard

Bisa dibuka di alamat : http://www.arabic-keyboard.org/

Cara menggunakannya gampang karena huruf arabnya tampil di keyboard virtual.  Pertama pakainya bingung juga, karena nggak ada petunjuk bagaimana kalau hurufnya di awal kata, di tengah kata atau di akhir kata.  Oh ternyata dia bisa nyambung sendiri secara otomatis.

Misalnya kita mau nulis alhamdulillah dalam tulisan arab  (١لحمدلله).  Pertama kita klik huruf alif, terus huruf lam : ١ل 

Nah begitu kita klik huruf ha, maka akan otomatis nyambung menjadi : ١لح 

Begitu kita tambahkan huruf mim dan dal, akan menjadi kata yang lengkap : ١لحمد

Begitu juga waktu bikin kata lillahi, urutannya akan menjadi : ل,  لل, لله 

Selanjutnya tinggal kita copy-paste aja kemana kita suka, misalnya ke update status Facebook.

Gampang kan? cobain deh !

Kedua : Pakai Yamli

Buka di alamat : http://www.yamli.com/arabic-keyboard/

ScreenHunter_2

Disini kita bisa mengetik katanya dalam huruf latin, lalu Yamli akan mencoba mengubahnya ke dalam tulisan Arab.  Akan ditampilkan beberapa tulisan Arabnya dalam bentuk listbox, maka berikutnya kita tinggal memilih mana tulisan Arabnya yang paling tepat.  Misalnya seperti contoh di atas kita akan menulis Alhamdulillah.  Maka saat kita menulis “Al”, akan ditampilkan pilihan sebagai berikut :

ScreenHunter_1

Lalu,

ScreenHunter_2

Akhirnya :

ScreenHunter_1

ScreenHunter_2

Nah, semoga bermanfaat ya…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,552 other followers