Teror Bom

by A Rahman

Kemarin Jumat tanggal 17 Juli 2009 pagi sebelum jam 08.00 pas jam sarapan pagi dua bom meledak di Dua hotel masing-masing Ritz-Carlton dan JW Marriott.  Bukan saja Jakarta, tetapi Indonesia bahkan dunia gempar karena peristiwa ini.

 Ingatanku segera melayang ke beberapa hari kemarin, tepatnya hari Kamis tanggal 16 Juli 2009.  Saat itu sekitar jam 12.00 aku berjalan kaki di Jalan Imam Bonjol dari lampu merah dekat KPU hingga gedung BBD Plaza (sekarang kalau tidak salah gedung ini berubah nama menjadi Graha Mandiri).  Aku berjalan melewati rumah dinas duta besar Philipina.  Saat melihat rumah itu aku melamun atau tepatnya merenung : rumah ini dulu sempat kena bom, tetapi sekarang sudah pulih kembali.  Aku bersyukur sudah beberapa tahun belakangan sudah tidak ada teror bom lagi. Beberapa terpidana telah dihukum mati sehabis lebaran yang lalu.  Doktor Azahari juga sudah tewas tertembak saat penggerebekan di Malang.

 Bagiku Jalan Imam Bonjol sudah tidak asing lagi, bahkan seperti hidupku sendiri.  Bagaimana tidak, aku berkantor di BBD Plaza sejak tahun 1993, saat masih ada Bank Bumi Daya disitu.  Berbagai peristiwa aku alami disini.  Peristiwa 27 Juli 1996 pun aku hadir disitu, di hari Sabtu itu aku sedang lembur di kantor.  Aku menyaksikan sampai jam 22.00 di depan UI Salemba ketika ada pembakaran ban-ban.

Kemarin segera terbayang hari pengeboman rumah dinas duta besar Philipina yang terjadi 1 Agustus 2000 dulu.   Saat itu kantorku sudah pindah di Gedung BNI Jalan Sudirman (tetapi hanya 3 tahun setelah itu balik ke gedung BBD Plaza lagi di Jalan Imam Bonjol).  Aku sedang makan siang di tempat-tempat makan di sekitar BNI-Hotel Shangrilla.  Saat makan itu terdengar suara seperti petir atau geledek dari jauh.  Padahal jarak antara rumah di Imam Bonjol itu dengan gedung BNI cukup jauh, tetapi suaranya sangat jelas terdengar.  Kukira itu suara ledakan atau petir biasa.  Tetapi kemudian ada informasi dari teman kantor yang sedang tugas keluar untuk bertemu klien bahwa sebuah rumah di jalan Imam Bonjol di bom.

 Segera jam 17.00 aku meluncur ke lokasi kejadian yang sangat tidak asing bagiku.  Segera tampak rumah porak poranda sangat parah.  Gedung kantor pusat KPU yang berada di depannya kaca-kacanya pecah.  Gedung di sebelah KPU juga pecah kaca-kacanya.  JalanImam Bonjol ditutup sore itu.  Banyak masyarakat menonton di lokasi kejadian.  Berdasarkan catatan Kompas terbitan hari ini teror bom di kediaman duta besar Philipina tanggal 1 Agustus 2000 itu ada di urutan pertama, artinya pertama kali terjadi.

 Nah kemarin hari Kamis saat di depan rumah di jalan Imam Bonjol itu aku bersyukur sekali bahwa teror bom sudah tidak ada lagi.  Siapa sangka hanya sehari setelah aku merenung, hari Jumat setelah empat tahun, terakhir 1 Oktober 2005 di Jimbaran Bali, teror bom terjadi lagi.  Apakah renunganku Kamis kemarin sebuah firasat?

 Bagaimana pun teror bom kemarin menghentakkan kita semua.  Kondisi ekonomi dan keamanan yang sudah mulai stabil, tiba-tiba seperti porak poranda.  Teror bom tersebut lumayan canggih juga, tepat sasaran dan tepat waktu.   Bayangkan saja JW Marriott yang sudah pernah kena serangan, bisa kecolongan lagi.  Efek yang ditimbulkan juga sangat hebat.  Group sepak bola ternama dunia, Manchester United yang rencananya akan tiba di Indonesia dan menginap di hotel tersebut membatalkan rencananya. Padahal acara tersebut sudah dipersiapkan dengan baik, tiket sudah habis terjual.  Berbagai event acara sudah disiapkan.  Tiba-tiba musnah sudah.  Maka terkenallah Indonesia ke seluruh dunia.  

 Kita berharap agar situasi keamanan pulih kembali.  Aparat kemanan diharapkan mampu mengusut tuntas masalah ini, agar kepercayaan dunia pulih kembali.  Semoga kondisi sosial ekonomi Indonesia terus membaik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s