Oh Jalan Margonda !

by A Rahman

Teringat dulu aku sering ke Jalan Margonda sekitar tahun 1990 unuk ke rental komputer.  Tempatnya di sekitar kampus Gunadarma.  Ya saat itu aku lagi bikin skripsi, yang di dalamnya aku harus bikin program tentang perencanaan produksi selain mengetik skripsi itu sendiri.

Selain bikin skripsi aku juga bikin materi soal matematika di kertas yang nantinya di cetak stencil. Waktu itu aku juga nyambi sebagai guru matematika di sebuah SMP.

Waktu itu jalan Margonda belum begitu ramai.  Aku coba naik mobil menyusuri arah terminal saja rasanya sudah jauh banget.   Namun aku saat itu sudah menduga bahwa jalan ini di masa datang akan jadi jalan utama yang ramai.   Kenapa? Karena disini berdiri dua kampus yang jumlah mahasiswanya banyak, yaitu Universitas Indonesia dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika (STMIK) Gunadarma (waktu itu Gunadarma belum menjadi universitas).

Ternyata dugaanku terbukti.  Sejak kotip Depok berubah menjadi Kota pada tahun 1999.  Jalan ini semakin ramai dengan berdirinya berbagai restoran dan mall.  Dulu Mall yang ramai adalah Matahari, Hero dan Borobudur yang letaknya berseberangan.  Tetapi Matahari sekarang tidak terlalu ramai, borobudur sudahtidak ada, dan Hero aku tidak tahu karena disitu sekarang ada toko supermarket Bangunan.  Yang ramai sekarang adalah ITC Depok yang ada di samping terminal, Detos (Depok Town Square) dan Margo City.  Berbagai macam restoran juga ada di sepanjang Margonda ini.  Coba sebut satu nama restoran, kemungkinan besar kita akan menemukannya disini.

Tahun-tahun terakhir ini jalan ini menjadi seperti jalan-jalan di ibukota, macet dan padat.  Hal ini membuat pemerintah melebarkan jalan di sisi kiri dan kanan dengan menebang pohon-pohon, meniadakan warung-warung pinggir jalan dan menggusur trotoar.

Nah disinlah masalahnya.  Ini juga yang jadi keluhanku sejak lama.  Margonda menjadi jalan yang tidaka ramah, kaku, kejam.  Pohon-pohon yang membuat sejuk dan nyaman tidak ada lagi.  Saking lebarnya, hampir tidak ada jarak antara toko/rumah (kalau masih ada rumah di pinggir jalan)  dengan tepi jalan.   Akibatnya mobil/motor parkir juga di jalan raya.

Apalagi pejalan kaki tidak kebagian “space” yang aman buat berjalan.  Dengan jalan yang sangat lebar, pengendara motor cenderung mempercepat lajunyanya. Apalagi sepeda motor menjadi tambah semaunya sendiri.  Jadi kalau berjalan kaki kita harus waspada jangan sampai terserempet.  Ini membuat kita jadi tidak nyaman.

Menyeberang jalan apalagi.  Jalannya lebar, kendaraan semua melaju kencang, tetapi tidak disediakan jembatan penyeberangan atau lampu merah untuk penyeberang jalan.  Yang ada hanya di depan Detos-Margo City, Mall Depok (Matahari) dan terminal Depok.  Siapkanlah jiwa raga Anda kalau menyeberang di jalan ini.  Kalau tidak nekat pengendara kendaraan bermotor tidak akan memberi jalan untuk Anda.   Bahkan aku pernah menyeberang bersama keluarga di depan “Kapuk” (kampus Gunadarma) ada polisi berseragam mengendarai sepeda motor juga tidak memberi jalan. Waktu aku “teriaki” eh dia menengok ke belakang dan mau marah.  Bayangkan polisi saja tidak mau memberi jalan.

Sayang sekali.  Padahal disini kan termasuk surganya kuliner.  Coba bisa dibikin seperti wisata malamnya jalan Sabang Jakarta Pusat.  Diharapkan pemerintah daerah dapat menyeimbangkan antara pembangunan, kemajuan ekonomi dengan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Aku coba goggling apakah orang-orang juga punya uneg-uneg seperti aku? Ternyata banyak juga.  Coba buka link-link berikut ini.

Susahnya menyeberangi Jl. Margonda Raya

Jalan Margonda yang Memakan banyak Korban

Minta Jalan margonda Ada Trotoar dan jembatan

Menyeberang di jalan margonda

Bertaruh Nyawa di Margonda Raya

Depok : Menyeberang Saja Susah !

Jalan Margonda Depok Minim Fasilitas Penyeberangan

Sulitnya Menyeberang

Senja di Margonda

Menurut Republika bulan April 2010, Jalan margonda akan dilengkapi 4 JPO (Jembatan Penyeberangan  Orang) Baru, tapi kok sampai sekarang belum kelihatan bentuknya.  Pak yang berwenang, bagaimana nih?

(A Rahman)

Tags:

One Comment to “Oh Jalan Margonda !”

  1. Makasih udah nge-link🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s