Fitnah Darah : Jejak Sejarah Kelam Anti-Semitisme di Eropa

by A Rahman

Tokoh konservatif pendukung Partai Republik AS, Sarah Palin, kembali menjadi topik pembicaraan hangat. Pada saat politisi dari dua partai yang berseteru di AS sepakat untuk menurunkan suhu politik dan bersatu guna menghormati para korban penembakan di Tucson, Arizona, Palin justru menyulut kontroversi baru.

Hanya beberapa jam sebelum Presiden Barack Obama menyampaikan pidato menyejukkan dan mempersatukan seluruh bangsa Amerika, Rabu (12/1), Palin memasang rekaman video berisi pernyataan pembelaan di Facebook. Di video itu, mantan calon wakil presiden AS ini menuduh para pengkritik merekayasa sebuah ”fitnah darah” (blood libel) terhadap dirinya.

Istilah ”fitnah darah” ini mengagetkan banyak pihak karena mengandung jejak sejarah hitam peradaban Barat, terutama bagi warga keturunan Yahudi. ”Meski istilah itu sudah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari dalam bahasa Inggris untuk menyebut orang yang difitnah, kami berharap Palin menggunakan istilah lain, bukan sesuatu yang penuh dengan kepedihan dalam sejarah orang Yahudi,” tutur Abraham Foxman dari Anti Defamation League.

Sejarah istilah ”fitnah darah” bisa dilacak hingga era Abad Pertengahan, masa kegelapan sejarah Eropa. Istilah itu secara umum merujuk pada fitnah yang digunakan Kristen Eropa pada masa itu guna mencari pembenaran untuk menindas, menyiksa, dan bahkan membunuh orang-orang Yahudi.

Fitnah tersebut beredar dalam bentuk rumor bahwa orang-orang Yahudi masih melakukan ritual pengorbanan manusia. Mereka dituduh menculik anak-anak Kristen untuk kemudian disiksa lalu dibunuh dalam sebuah ritual yang menirukan adegan penyaliban Yesus Kristus.

Darah anak itu kemudian dikabarkan dipakai sebagai campuran adonan matzoh, semacam roti yang lazim digunakan dalam perayaan hari raya Pesakh atau Paskah Yahudi. ”Dalam beberapa kasus, komunitas Yahudi diinterogasi dan sering kali disiksa agar mengakui (tuduhan itu), kemudian dieksekusi. Kadang, otoritas Kristen berusaha mengintervensi, tetapi kadang pihak berwenang pun percaya pada fitnah itu,” tutur sejarawan Ronnie Hsia dari Pennsylvania State University, yang sudah menulis dua buku tentang sejarah fitnah darah ini.

Menurut laman ReligiousTolerance.org, yang dibuat oleh organisasi antar-iman Ontario Consultants on Religious Tolerance, fitnah darah itu tercatat pertama kali beredar di Inggris tahun 1144. Seabad kemudian, Paus Innosentius IV memerintahkan penyelidikan terhadap kebenaran tuduhan terhadap orang Yahudi tersebut dan menemukan bahwa isu itu sengaja dibuat oleh orang Kristen untuk menjustifikasi penyiksaan terhadap orang-orang Yahudi.

Setelah sempat hilang pada abad ke-18, fitnah tersebut kembali beredar pada abad ke-19 dan ke-20. Pada 1817, Tsar Alexander I dari Rusia menyatakan bahwa isu tersebut adalah mitos dan fitnah belaka.

Tidak hilang

Meski demikian, fitnah tersebut tidak serta-merta hilang dan dikabarkan masih dipercaya oleh sebagian orang Kristen hingga ke zaman modern. Seorang Yahudi bernama Mendel Beilis sempat dipenjara dua tahun pada 1911 karena dituduh membunuh seorang anak di Kiev, Rusia (sekarang Ukraina), dalam sebuah ritual keagamaan. Hitler pun disebut-sebut turut menggunakan fitnah ini untuk membenarkan Holocaust.

Dengan latar belakang itu, bisa dipahami betapa terkejutnya orang Amerika saat Sarah Palin (seorang Kristen) menyebut istilah tersebut dalam sebuah pernyataan terkait penembakan anggota Kongres, Gabrielle Giffords (seorang Yahudi). ”Saya tak bisa memahami kegunaan logis kata-kata (dalam pernyataan Palin) itu. Menurut saya, itu tidak patut dan menghina orang Yahudi,” kata Hsia.

Anggota Kongres dari Partai Demokrat menuduh Palin kurang peka. ”Komentar Palin itu menunjukkan ketidaktahuan akan sejarah atau (sentimen) anti-Semitisme yang sangat mencolok. Apa pun alasannya, itu menunjukkan kekurangpekaan yang menjijikkan jika mempertimbangkan agama Giffords dan kejadian minggu lalu,” ujar Jonathan Beeton, jubir anggota DPR AS, Debbie Wasserman Schultz. (AP/Reuters/AFP/DHF)

Sabtu, 15 Januari 2011 | 03:26 WIB

Source :

http://cetak.kompas.com/read/2011/01/15/03265590/jejak.sejarah.kelam.anti-semitisme.di.eropa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s