Penghasut Invasi Irak Bangga

by A Rahman

LONDON, KAMIS – Rafid Ahmed Alwan al-Janabi mengaku tidak pernah menyesal dengan kebohongannya. Padahal, akibat kebohongan itu, Amerika Serikat menyerbu Irak dan berujung pada penggulingan penguasa diktator Saddam Hussein.

Hal itu disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan harian Inggris, The Guardian, Rabu (16/2). Rafid adalah seorang pembelot asal Irak yang memberikan informasi kepada AS kalau negerinya memiliki dan mengembangkan banyak senjata pemusnah massal (weapons of mass destruction), termasuk laboratorium bergerak senjata biologis.

Pernyataan Rafid diyakini dan kemudian disampaikan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell saat berpidato di depan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2003 sebelum invasi AS dimulai. Invasi AS terjadi pada 20 Maret 2003.

Powell menyebut Rafid sebagai informan pembelot yang sangat dipercaya dengan nama panggilan Curveball.

Rafid mengaku memiliki kesempatan untuk mengarang sesuatu demi menggulingkan sebuah rezim yang kejam di negerinya. ”Saya dan anak saya sangat bangga dengan hal (kebohongan) itu,” ujar Rafid.

Tidak sedikit aparat intelijen yang meragukan dan banyak yang bersikap skeptis terhadap informasi Rafid. Namun, Komite Intelijen Senat AS tahun 2004 menemukan upaya agen intelijen AS, Central Intelligence Agency (CIA), yang menyembunyikan informasi penting soal Curveball.

Para analis intelijen yang menangani persoalan tersebut juga pernah mengajukan pertanyaan apakah informasi dari Curveball bisa dipercaya.

The Guardian mewawancarai Rafid di Karlsruhe, Jerman, menggunakan bahasa campuran Jerman dan Arab. Namun, saat diinterogasi pihak intelijen AS, Rafid menggunakan bahasa Inggris dan Arab.

Kepadanya ditanyakan bagaimana perasaannya tentang peperangan yang terjadi kemudian dan menewaskan banyak orang setelah pernyataan palsunya kepada AS. Rafid mengatakan, ”Tidak ada cara lain selain berbohong seperti yang saya lakukan demi menggulingkan Saddam.”

”Setiap kali saya mendengar ada yang mati terbunuh di perang apa pun, termasuk di Irak, saya sangat sedih. Namun, tolong katakan pada saya, apakah saat itu ada cara lain? Beri saya solusi lain. Saddam tidak akan pernah memperbolehkan kebebasan ada di negera kami. Tidak ada partai politik lain di sana. Semua harus percaya pada apa yang dia katakan dan semua akan melakukan apa saja yang dia suruh untuk Anda lakukan,” ujar Rafid.

Dia merasa harus melakukan sesuatu untuk negerinya. Untuk alasan itulah dia kemudian berbohong dan sekarang merasa puas karena di Irak tidak ada lagi diktator.

Dimintai keterangan

Sementara itu, mantan Menlu AS Colin Powell akan dipanggil CIA dan Kementerian Pertahanan AS di Pentagon. Powell akan diminta menjelaskan bagaimana dia bisa memberikan informasi yang tidak bisa diandalkan, yang kemudian dipakai sebagai alasan kuat AS menginvasi Irak.

Namun, Powell berdalih justru CIA dan Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) yang harus bertanggung jawab dan dimintai penjelasan. ”Seharusnya mereka tahu bagaimana bisa informasi semacam itu diserahkan ke Kongres AS dan Presiden AS (George Walker Bush) dan juga ke dalam makalah presentasi saya di depan PBB,” ujar Powell membela diri.

Informasi palsu berawal saat Rafid, yang mengaku insinyur kimia Irak, memberikan informasi kepada badan intelijen Jerman, BND, soal fasilitas laboratorium senjata biologi bergerak dan pabrik senjata biologis itu dibangun sejak tahun 2000.

Rafid diketahui memberikan informasi palsu ketika BND menemui mantan atasan Rafid di Komisi Industri Militer di Irak, Bassil Latif. BND meminta penjelasan Bassil tentang informasi itu. Dalam hukum Jerman, Rafid dikategorikan sebagai penghasut perang (warmonger). (AP/DWA)

sumber :

http://cetak.kompas.com/read/2011/02/18/04250382/penghasut.invasi.irak.bangga

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s